SELAMAT DATANG DI BLOG URANG KUANSING

Kamis, 23 Desember 2010

MATERI PENDIDIKAN, PRINSIP-PRINSIP KURIKULUM, KATEGORI KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN
2.1. Latar Belakang
Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar pengalaman belajar pengalaman belajar pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa disekolah. Dalam kurikulum terintegrasi filsafat, nilai-nilai, pengetahuan, dan perbuatan pendidikan. Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan/ahli kurikulum, ahli bidang ilmu, pendidik, pejabat pendidikan, pengusaha serta unsur masyarakat lainnya.
Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan, dalam proses pembimbingan perkembangan siswa, mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri, keluarga maupun masyarakat.
Kurikulum pedidikan islam berbeda-beda isinya menurut kondisi perkembangan agama islam, karena kaum muslimin berada didalam lingkungan dan negri yang berbeda-beda. Namun meskipun demikian, kitab Al-Qur`an tetap menjadi sumber pedoman pendidikan islam.
2.2. Ruang Lingkup Pembahasan
Pembahasan yang akan diuraikan dalam pembahasan dalam makalah ini meliputi beberapa hal yakni; materi pendidikan islam, prinsip-prinsip kurikulum, kategori kurikulum pendidikan islam.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Materi Pendidikan Islam
Materi pendidikan islam pada dasarnya terdiri dari Al-Qur`an dan sunnah Nabi Muhammad SAW yang dikembangkan dengan ijtihad. Al-Qur`an ialah firman Allah SWT yang disampaikan oleh malaikat jibril kepada nabi Muhammad SAW. Didalamnya terkandung ajaran pokok yang dapat dikembangkan untuk keperluan seluruh aspek kehidupan manusia.
Didalam Al-Qur`an terdapat banyak ajaran yang berisi prinsip-prinsip yang berkenaan dengan kegiatan atau usaha pendidikan itu, sebagai contoh dapat dibaca kisah lukman mengajari kisah lukman mengajari anaknya dalam Q.S Lukman ayat 12-19. Cerita itu menggariskan prinsip matteri pendidikan yang terdiri dari masalah iman, akhlak ibadh, sosial dan ilmu pengetahuan.
Ayat lain menceritakan tujuan hidup dan tentang nilai sesuatu kegiatan dan amal shaleh, itu berarti bahwa kegiatan pendidikan islam harus menggunakan Al-Qur`an sebagai sumber utama dalam merumuskan berbagai teori tentang pendidikan islam.dengan kata lain pendidikan islam harusberlandaskan ayat-ayat Al-Qur`an yang penafsirannya dapat dilakukan berdasarkan ijtihad disesuaikan dengan perubahan dan pembaharuan.
Sunnah merupakan sumber ajaran kedua sesudah Al-Qur`an. Sunnah juga berisi aqidah dan syariah. Sunnah berisi petunjuk(pedoman) untuk kemaslahatan hidup manusia dalam segala aspeknya,untuk membina umat menjadi manusia seutuhnya atau muslim yang bertaqwa. Oleh karena itu sunnah merupakan landasan bagi cara pembinaan pribadi seorang muslim. Sunnah selalu membuka kemungkinan penafsiran berkembang. Itulah sebabnya, mengapa ijtihad perlu ditingkatkan dalam memahaminya termasuk sunnah yang berkaitan denga pendidikan.
Ijtihad adalah istilah dari fuuqaha, yaitu berfikir dengan menggunakan seluruh ilmu yang dimiliki oleh ilmuwan syariat islam untuk menetapkan/menentukan sesuatu hokum syariat islam dalam hal-hal yang ternyata belum ditegaskan oleh Al-Qur`an dan sunnah.
Ijtihad dalam pendidikan harus tetap bersumber dari Al-Qur`an dan sunnah yang diolah oleh akal yang sehat oleh para ahli pendidikan islam. Ijtihad tersebut haruslah dalam hal yang berhubungan lansung dengan kebutuhan hidup disuatu tempat pada kondisi dan situasi tertentu. Teori-teori pendidikan baru berhasil ijtihad harus didekatkan dengan ajaran islam dan kebutuhan hidup.
2.2. Prinsip-prinsip kurikulum
a. Prinsip-prinsip dasar pengembangan kurikulum
Dalam usaha pengembangan kurikulum, ada beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan, yaitu;
1. Prinsip relevansi
Secara umum, relevansi pendidikan dapat diartikan sebagai kesesuaian atau keserasian pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. Masalah relevansi pendidikan dengan kehidupan dapt ditinjau dari 3 segi, yaitu;
 Relevansi pendidikan dalam lingkungan hidup murid
 Relevansi dengan perkembangan kehidupan masa sekarang dan masa akan dating
 Relevansi dengan tuntutan dalam dunia pekerjaan
2. Prinsip efektivitas
Efektivitas dalam suatu kegiatan berkenaan dengan sejauh mana sesuatu yang direncanakan atai diinginkan dapat terlaksana atau tercapai. Didalam bidang pendidikan, efektivitas dapat kita tinjau dari dua segi, yaitu;
 Efektivitas mengajar guru, terutama menyangkut sejauh mana jenis-jenis belajar mengajar yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik.
 Efektivitas belajar murid, terutama menyangkut serjauh mana tujuan-tujuan pelajaran yang diinginkan telah dapat dicapai melalui kegiatan belajar mengajar yang ditempuh.
3. Prinsip efisiensi
Efisiensi suatu usaha pada dasarnya merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (input) dengan usaha yang telah dikeluarkan (output).
Dalam pengembangan kurikulum dan pendidikan pada umumnya , prinsip efisiensi ini perlu sekali diperhatikan, baik efisiensi dalam segi waktu, tenaga, maupun peralatan, yang tentunya akan menghasilkan efisiensi dalam segi biaya.



4. Prinsip kesinambungan
Yang dimaksud dengan kesinambungan adalah adanya saling hubungan atau jalin-menjalin antara berbagai tingkat dan jenis program pendidikan.
5. Prisip fleksibelitas
Fleksibelitas yang dimaksud disini ialah tidak kaku, ada semacam ruang gerak yang memberikan ruang gerak yang memberikan sedikit kebebasan didalam bertindak.
2.3. Prinsip-prinsip kurikulum pendidikan islam
Salah satu komponen operasional pendidikan islam sebagai suatu sistem adalah materi. Materi pendidikan islam ialah bahan pelajaran yang disampaikan kepada peserta didik dalam suatu system institusional pendidikan atau sering dikenal dengan kurikulum. Kurikkulum menunjuk kepada materi yang sebelumnya telah disusun dengan sistematis guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut At-Taumi prinsip-prinsip dasar yang harus dipegang pada waktu menyusun kurikulum ada 7 macam, yaitu;
1. Prinsip pertama, adanya pertautan yang sempurna dengan agama, termasuk ajaran dan nilainya. Maka setiap yang berkaitan dengan kurikulum, termasuk falsafah, tujuan, kandungan, metode mengajar, cara-cara perlakuan dan hubumgan yang berlaku dalam lembaga pendidikan, harus berdasar pada agama dan akhlak islam
2. Prinsip kedua, prinsip menyeluruh(universal) pada tujuan dan kandungan kurikulum.
3. Prinsip ketiga, adanya keseimbangan yang relative antara tujuan dan kandungan kurikulum.
4. Prinsip keempat, berkaitan dengan bakat, minat, kemampuan dan kebutuhan pelajar.
5. Prinsip kelima, ialah pemeliharaan perbedaan individual diantara pelajar dalam bakat, minat,kemampuan, kebutuhan dan masalahnya, dan juga memelihara perbedaan serta kelainan diantara alam sekitar dan masyarakat.
6. Prinsip keenam, ialah prinsip perkembangan dan perubahan islam yang menjadi sumber pengambilan falsafah, prinsip, dasar, dan kurikulum.
7. Prinsip ketujuh, adanya pertautan antara mata pelajaran, pengalaman dan aktifitas yang terkandung dalam kurikulum, begitu juga dengan pertautan. antara kandungan kurikulum dan kebutuhan murid, kebutuhan masyarakat, tuntutan zaman tempat dimana tidak melupakan kebutuhan, bakat, dan minat murid.
Prof.H. M. Arifin M. Ed., mengemukakan bahwa prinsip yang harus diperhatikan pada waktu penyusunan kurikulum mencakup 4 macam, yaitu:
1. Kurikulum pendidikan yang sejalan dengan idealitas islami ialah kurikulum yang mengandunng materi(ilmu0 ilmu pengetahuan yang mampu berfungsi sebagai alat untuk tujuan hidup secara islami.
2. Untuk berfungsi sebagai alat yang efktif mencapai tujuan tersebut, kurikulum harus mengandung tata nilai islami yang instrinsik dan ekstrinsik mampu merealisasikan tujuan pendidikan islam.
3. Kurikulum yang bercirikan islami diproses melalui metode yang sesuai dengan nilai yang terkandung didalam tujuan pendidikan islam.
4. Antara kurikulum, metode dan tujuan pendidikan islam harus berkaitan dan saling menjiwai dalam proses mencapai produk yang dicita-citakan menurut ajaran islam.
Menurut pendapat ulama islam, mempelajari ilmu seperti ini (ilmu alat) bukan untuk mencapai tujuan pada dirinya, akan tetapi ia digunakan sebagai media untuk sampai kepada tujuan. Oleh karana itu dikatakan tidak perlu mempelajarinya secara mendalam, sehingga menghabiskan waktu dan menghambat ilmu-ilmu asli, atau ilmu-ilmu yang terdapat tujuan pada dirinya.
Islam memahami bahwa manusia lebih mudah terpengaruh pada kebahagiaan hidup di dunia dan hal ini dapat membikin manusia melupakan kehidupan akhirat. Karena itu islam mengajar agar manusia berhati-hati dalam kehidupan didunia.
Allah SWT berfirman :

“Kehidupan didunia itu tiada lain hanya kesenangan yang memperdayakan”. (QS Ali-Imran 185).


“Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan senda gurau belaka”. (QS Al-An’am 32).
Apabila orang sudah berhati-hati menghadapi dunia, maka ia akan memelihara kestabilan diri dan dapat menjaga keserasian dan keseimbangan dirinya sebagai makhluk yang bersifat monodualis, yaitu makhluk yang terdiri dari jiwa dan raga, sebagai makhluk individu dan sosial serat sebagai makhluk hidup didunia dan kelak akan hidup di alam baka.
Kurikulum pendidikan islam merupakan salah satu komponen yang amat penting dalam proses pendidikan islam. Kekeliruan dalam penyusunan kurikulum, akan membawa akibat fatal bagi peserta didik. Karna itu para ahli tidak mengemukakan ketentuan berbagai macam guna penyusunan kurikulum itu.
2.4 Kategori Kurikulum dalam Pendidikan Islam
Imam Al-Ghazali menyatakan, ilmu-ilmu pengetahuan yang harus dijadikan bahan kurikulum lembaga pendidikan yaitu :
1. Ilmu-ilmu yang fardhu’ain yang wajib dipelajari oleh semua orang islam meliputi ilmu-ilmu agama, yakni ilmu yang bersumber dari dalam kitab suci Al-Qur’an.
2. Ilmu-ilmu yang merupakan fardhu kifayah, terdiri dari ilmu-ilmu yang dapat dimanfaatkan untuk memudahkan urusan hidup duniawi, seperti ilmu hitung (matematika), ilmu kedokteran, ilmu teknik, ilmu penilaian, ilmu perindustrian dan sebagainya.
Dari kedua kategori ilmu tersebut, Al-Ghazali memerinci lagi menjadi:
1. Ilmu-ilmu Al-Qur’an dan ilmu agama seperti fiqih, hadits dan tafsir.
2. Ilmu bahasa, seperti nahwu sharaf, makhraj dan lafadz-lafadznya, yang membantu ilmu agama.
3. Ilmu-ilmu yang fardhu kifayah, terdiri dari berbagai ilmu yang memudahkan urusan kehidupan duniawi seperti ilmu kedokteran, matematika, teknologi (yang beraneka ragam jenisnya), ilmu politik dan lain-lain.
4. Ilmu kebudayaan, seperti syair, sejarah, dan beberapa cabang filsafat.


BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kegemilanngan pendidikan islam memandang lepada kurikulum sebagai alat untuk mendidik generasi muda dengan baik dan menolong mereka untuk meambuka dan mengembangkan kesediaan, bakat, minat, dan keterampilan mereka yang bermacam-macam, serta menyiapkan mereka untuk menjalankan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya.
Tidak lepas dari tujuan umum dalam pendidikan islam, bahwa kurikulum pendidikan islam juga sangat berperan dalam mendidik para generasi muda pada khussusnya dalam keagamaan dan akhlak mulia, agar terbentuk para generasi muda yang tidak hanya punya intelektual yang tinggi tetapi tadak bermoral.
Sementara pada zaman modern ini kurikulum pendidikan islam telah berkembang untuk membentuk manusia yang sehat dan kuat jasmaninya dan mementingkan kecerdasan otak, berkembang menjadi sejumlah pengalaman pendidikan, yang difasilitasi oleh berbagai sekolah dengan tujuan menolong perkembanggan secara menyeluruh dalan sgala bidang yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari atau dahari akhir nanti.
3.2. Saran
Dengan mempelajari materi pendidikan, prinsip-prinsip kurikulum, dan kategori kurikulum dalam pendidikan islam mahasiswa/I dapat mejrlaskan bagaimana kurikulum dalam pendidikan islam, karena kurikulum dalam pedidikan islam itu berbeda-beda isinya.


1 komentar:

Cari Apo Nen Takonang Dek Kelen

Memuat...